Bagaimanakah perasaan putri Said ibn al-Musayyib saat ayahnya menolak lamaran Amirul Mukminin al-Walid ibn Abdul Malik akan dirinya?
Pastinya ia berada pada taraf ketakwaan yang amat tinggi serta percaya penuh akan kebijaksanaan Ayahnya.
Hingga akhirnya sang ayah, Said ibn al-Musayyib, mengantarkannya pada seorang pemuda yang mungkin secara kasat mata sulit diperbandingkan dengan Amirul Mukminin.
Abu Wada’ah. Pemuda inilah suaminya kini. Seorang yatim piatu dan hanya memiliki harta tiga dirham saja. Yang bahkan dengan kesahajaannya masih belum percaya bahwa sang syaikh telah menikahkannya dengan putrinya. Hingga akhirnya gadis mulia itu diantarkan sendiri oleh Said ibn al-Musayyib seraya berkata, “Masuklah ke rumah suamimu wahai purtiku dengan memohon nama Allah dan berkah-Nya"
Lihatlah, si gadis tersandung pakaiannya karena malu sehingga ia hampir jatuh ke tanah. Begitu malunya ia hingga para tetangga datang dan menghiburnya.
Dan ternyata ia adalah wanita Madinah tercantik, manusia yang paling hafal terhadap kitab Allah AWJ, paling banyak meriwayatkan hadits Rasul SAW, dan wanita yang paling paham terhadap hak-hak suami.
Adakah ia memang tak setara dipersandingkan dengan Amirul Mukminin? Tidak, bukan itu. Dengarlah alasan sang Said ibn al-Musayyib langsung
“Sesungguhnya putriku ini adalah amanah di pundakku dan aku berusaha mencari untuk kebaikan urusannya pada apa yang telah aku perbuat.”
“Apa anggapan kalian terhadapnya bila ia pindah ke istana Bani Umayyah dan bergelimang di antara baju-baju mewah dan perabotan megah. Pembantu, pengawal serta para budak berdiri di depannya, sebelah kanan dan kirinya...kemudian ia mendapatkan dirinya setelah itu telah menjadi istri khalifah? Bagaimana jadinya agamanya ketika itu?.”
~Karawang, 28 Maret 2010~
Selintas obrolan di perjalanan pulang, yang membuat diri berkaca. Dan ya, pada akhirnya tak berani meminta apa-apa kecuali keberkahan...semoga.
Minggu, 28 Maret 2010
Selasa, 23 Maret 2010
Ciwidey Volunteers (MBC-FT)
Friday to Sunday, 5th-7th March 2010
It was just 3 days long, but I got uncountable blessings : new friends, new family, new inspirations, and of course the beautiful scenery.
It was just 3 days long, but I got uncountable blessings : new friends, new family, new inspirations, and of course the beautiful scenery.
Ciwidey team, what a combination!! haha.. (But I'm so proud of them) Glad to meet you, guys!!
beautiful, isn't it? I took this pic with my phone cam
Kay, ready for the next project (Arrgh, plz dont misinterpret, of course we do not hope another disaster happened) So, see ya in community development stage!
Langganan:
Komentar (Atom)


