Sabtu, 22 Mei 2010

Ketika Aku Memilih (oleh Salim A Fillah)

"Dalam setiap pilihan hidup, seorang mukmin beristikharah pada Allah.
Tetapi shalat istikharah itu hanyalah salah satu tahapan saja, sebagian dari tanda kepasrahannya kepada apa yang dipilihkan Allah bagi kebaikannya. Untuk dunia, agama dan akhiratnya. Istikharah yang sesungguhnya dimulai jauh dari sebelum itu; dari rasa taqwa, menjaga kesucian ikhtiar, dan kepekaan dalam menjaga hubungan baik dengan Allah.
Ketika segala sebelumnya dijalani dengan apa yang diaturNya, maka istikharah adalah saat bertanya. Pertama tentang pantaskah kita dijawab olehNya. Yang kedua, seperti apa jawab itu. Apa adanya. Karena itulah sejujur-jujur jawaban. Di situlah letak furqaan, kepekaan khas orang bertaqwa. Karena soalnya bukanlah diberi atau tidak diberi. Soalnya, bukan diberi dia atau diberi yang lain. Urusannya adalah tentang bagaimana Allah memberi. Apakah diulungkan lembut dengan cinta, ataukah dilempar ke muka penuh murka. Bisa saja yang diberikan sama, tapi rasa dan dampaknya berbeda. Dan bisa saja yang diberikan pada kita berbeda dari apa yag di harap hati, tapi rasanya jauh melampaui. Di situlah yang kita namakan barakah."

~saya sudah malas membahas masalah itu, terserah kalianlah..toh sudah cukup dewasa menilai, toh sudah lama belajar agama..gmana mau mengubah dunia klo stuck di masalah itu2 saja. Hmm..Saya memilih aplikasi ilmu saja heuheu.. doakan saya mendapat barakah :D~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar